Biografi Singkat Imam al-Ghazali



A. NAMA LENGKAPNYA    

 Beliau memiliki nama lengkap Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Al-Tusi, memiliki kunyah Abu Hamid. ia memiliki gelar Hujjat al-Islam, seorang filsuf, sufi, dan memiliki sekitar dua ratus karya tulis, beberapa di antaranya dalam bahasa Persia. Ia lahir dan wafat di Tabaran (Ibukota Tus, Khorasan). Ia bepergian ke Naisabur, kemudian ke Baghdad, lalu ke Hijaz, negeri Syam, Mesir, dan kembali ke kampung halamannya. Nisbatnya Al-Ghazali merujuk pada pada dua hal : (1). Industri pemintalan (bagi orang-orang yang mengucapkan nisbatnya dengan penekanan pada huruf 'z'), (2). Atau merujuk pada nama desa Ghazala (salah satu desa di Tus) bagi yang mengucapkan dengan pelafalan yang lebih ringan.

B. KARYA TERKENALNYA

   ]Diantara kitab terkenalnya adalah:

  1. "Ihya Ulum al-Din"

  2. "Tahafut al-Falasifa" yang dibalas oleh filsuf Ibn Rushd dengan bukunya "Tahafut al-Tahafut"

  3. "Mihakk al-Nazar"

  4. "Ma'arij al-Quds fi Ahwal al-Nafs"

  5. "al-Farq bayn al-Salih wa Ghayr al-Salih"

  6. "Maqasid al-Falasifa"

  7. "al-Madnun bihi 'ala Ghayri Ahlih" (terdapat perbedaan pendapat tentang atribusinya)

  8. "al-Waqf wal-Ibtida'" dalam tafsir

  9. "al-Basit" dalam fiqih

  10. "al-Ma'arif al-'Aqliyya"

  11. "al-Munqidh min al-Dhalal"

  12. "Bidayat al-Hidayah

C. RIHLAHNYA
    Pada tahun 463 H, ia tinggal di Damaskus dan memberikan ceramah di sana bersama Abu Muhammad Abdul Rahman bin Utsman bin Abi Nasr dan Abu Abdul Rahman Muhammad bin Al-Husain Al-Sulami Al-Naisaburi. Tidak ada buku yang diriwayatkannya dari Abu Abdul Rahman yang dianggap sahih. Hal ini ditegaskan oleh Imam Abu Bakar Al-Khatib rahimahullah. Muhammad bin Muhammad Abu Hamid Al-Tusi, yang dikenal sebagai Al-Ghazali, adalah seorang ahli fikih dari mazhab Syafi'i. Ia juga imam dalam ilmu fikih, teologi, dan usul fikih. Dia mendengar Sahih Bukhari dari Abu Sahl Muhammad bin Ubaidullah Al-Hafsi dan menjadi pengajar di Madrasah Nizamiyah di Baghdad. Kemudian, ia pergi ke Syam untuk mengunjungi Baitul Maqdis, lalu tiba di Damaskus pada tahun 489 H dan tinggal di sana untuk beberapa waktu. Saya mendengar bahwa ia menulis beberapa karyanya di sana, kemudian kembali ke Baghdad, menuju ke Khorasan, dan mengajar di Tus selama beberapa waktu. Setelah itu, ia meninggalkan pengajaran dan diskusi serta fokus pada ibadah. Abu Al-Hasan Abdul Ghafir bin Ismail Al-Farisi menyebutkan dalam karyanya tentang sejarah Naisabur bahwa Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Abu Hamid Al-Ghazali Al-Tusi adalah Hujjatul Islam dan Muslimin, imam ulama agama yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam kefasihan berbicara, kecerdasan, dan bakat alaminya. Ia belajar fikih di Tus pada masa mudanya dengan Imam Al-Radhakani, kemudian pindah ke Naisabur untuk belajar dari Imam Al-Haramain. Ia tekun belajar dan dalam waktu singkat menjadi unggul di antara rekan-rekannya, menguasai Al-Qur'an, dan menjadi yang paling cerdas di zamannya serta satu-satunya rekan seangkatannya di masa Imam Al-Haramain. Para murid belajar darinya, ia mengajar mereka, membimbing mereka, dan berusaha keras dalam belajar hingga ia mulai menulis karya-karya ilmiahnya. Pada saat yang sama, Imam Al-Haramain sangat memujinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu yang membosankan; Perjalanan kehidupan